Rabu, 11 Juni 2014

Blogger Banjarmasin vol.2



Minggu siang, 25 Mei 2014.

Dengan semangat aku dan Ayu sang sahabat sedari SD melangkahkan kaki menuju Kafe Gerobak Cokelat tempat dimana berkumpulnya Blogger Banjarmasin. Siang yang panas tak cukup kuat untuk menghilangkan senyum diwajah ku karena terlalu senang membayangkan bagaimana serunya nanti acara tersebut. Di depan Kafe, terlihat Ka Adit kaka kelas jaman SMP ku dulu sudah duduk menunggu dengan ditemani beberapa pria lainnya.



“Naik aja dulu Rum, yang lain sudah menunggu. Kaka disini aja dulu soalnya masih menunggu yang lain Sudah ditunggu artinya aku sedikit telat, padahal aku sudah berusaha agar tepat waktu, ah mungkin persiapan ku terlalu memakan waktu. Aku pun menaiki tangga yang berada dibelakang sekat dinding menuju ke lantai 2 Kafe tersebut, itu pertama kalinya aku keatas sana walaupun sebelumnya sudah lumayan sering aku bersantai di lantai dasar Kafe tersebut.  Tiba diatas dapat ku lihat LCD berukuran besar diujung ruangan, lampu yang redup sehingga menimbulkan nuansa romantis, sofa-sofa empuk dan beberapa kursi, serta pria-pria yang sudah ku kenali sebelumnya pada Kopdar pertama : Para Blogger Remaga Banjarmasin.

Aku pun duduk di sofa bersebelahan dengan Ayu, selang beberapa menit Ka Lidya Sang Galuh Banjar datang dan duduk semeja dengan kami. Kami bertiga pun memesan makan dan minum. Karena acara belum mulai aku pun menyapa teman-teman yang lain, aku mendekati meja tempat Faisal Lele, Ka Enal, Randy dan Rendy, Azmi dll duduk dan melahap makanan mereka.



“Curang ya makan duluan, enggak mau barengan nih ? Candaku ke Faisal.

“Loh emang kamu pesan ya ? Balasnya. Beralih dari Faisal, aku menatap pasangan kembar Randy dan Rendy, lalu berusaha keras untuk membedakan mereka.

“Hy Randy mana Rendy mana ? Eh Faisal salah satu dari mereka suka mention aku ditwitter lho ! Candaku yang langsung ditidak-kan olah kembar tersebut. Puas berbincang aku pun kembali duduk semeja dengan Ayu dan Ka Lidya. Tak lama kemudian pesanan datang, Ka Lidya yang memang menganut aliran remaga gaul pun langsung memfoto makanan dan minuman tersebut sebelum menikmatinya, tak luput pesanan ku dan Ayu pun ikut masuk dalam bidikan kamera Handphone nya.



Sambil menunggu aku pun memandang keadaan sekitar. Ka Enal asik candid dengan SLRnya, Faisal jalan sana jalan sini tak bisa diam, Ka Lidya motoin makanan terus .. dan sampai lah pandangan mata ku ke cowok bernama Taufik yang menurutku mirip banget sama Ka Adit. Aku pun dengan jurus sok kenal sok dekat mencolek tangannya dan tanpa malu-malu kucing bertanya “Sodaranya Ka Adit ya ? pertanyaan yang oleh Ka Taufik langsung ditolak mentah-mentah, mungkin merasa tersinggung karena dimiripkan dengan Ka Adit, bukannya Justin Timberlake.

Jam 3 sore, tak terasa ruangan yang tadinya lenggang sekarang mulai agak sesak, hampir semua tempat duduk terisi menyisakan sepasang sofa disamping kiri ku. Kami bertiga pun melahap hidangan dan acara dimulai. Ka Adit sang pembicara dan moderator pun memimpin acara, dengan bicara agak gagap namun santai sedikit karena sang mantan yang tiba-tiba hadir, ia menyuruh kami memperkenalkan diri masing-masing yang dari Ka Lidya langsung berbisik “Yes, bakal ketahuan yang mana Randy dan yang mana Rendy.

Depan laptop Randy - yang antara ngelirik laptop atau ngelirik manja cowok didepannya itu Rendy (haraf maklum kalau salah!)


Kami pun memperkenalkan diri secara singkat, dimulai dari pojok kanan ruangan, yaitu meja yang ditempati si kembar dan berakhir di aku. Memang ingatanku payah, sampai ini aku tidak bisa mengingat nama mereka semua tetapi alhamdulillah kalau wajah masih bisa ingat. Selain para pria yang ku sebutkan tadi, masih ada Ka Bahdur, Ka Bayu, Ka Khairul, Ka Taufiq, Ka Beta, Ka Bakri, Ka Jamal, Ka Roby, Om Muhammad Noor, Ka Altaire, Ka Fahri dan Rudy

Setelah memperkenalkan diri, kini waktunya masuk materi. Ka Adit jauh hari sebelum acara pernah bertanya padaku “mau materi apa Kopdar nanti ? dan ku jawab “Mau materi tentang Tips membuat tulisan yang menarik. alhamdulillah materi yang ku ajukan ia muat juga  dalam beberapa persentasi nya. Ka Adit yang memang sudah sering menjadi pembicara di seminar dengan mudahnya membuat aku dengan cepat mengerti isi dari materi nya, dengan diselipi lelucon materi itu berhasil membuat suasana tidak membosankan.

Yang pendek itu Ka Adit ya, jangan tertipu cuman gara-gara dia duduk.


Yang paling aku ingat adalah bagian materi dimana Ka Adit memberi tahu agar tulisan terlihat menarik berilah beberapa ilustrasi atau emotion bergerak agar pembaca tidak bosan, lantas aku teringat dengan beberapa postingan ku dulu yang selalu aku selipi emotion panda bergerak. Yang paling aku ingat juga ketika Ka Adit berbicara tentang “Alay dengan gaya anggun nya Ka Adit menunjuk dan berkata “Kayak si Arum tuh Alay. Wah muucih ea qaqa ....

Setelah persentasi Ka Adit pun mempesilahkan kami untuk tanya jawab, yang dalam artian setiap orang punya hak untuk bertanya dan untuk menjawab karena Ka Adit cukup sopan meanggap para blogger yang hadir memang sudah ahli dalam bidangnya. Aku pun sembat mengajukan beberapa pertanyaan yang dijawab oleh Penulis Novel The Break Up Master Ka Bahdur, Rendy yang sudah bisa aku dibedakan, dan Ka Altaire yang gaya ngomong nya lemah lembut banget.

Sekitar jam 4an, tampak datang 4 perempuan manis yang memasang wajah bersalah karena 2 jam telat dari jadwal, mereka adalah Fatimah, Imut, Suli dan Tiwi. Mereka pun memperkenalkan diri, dan setelah yakin kami yang datang duluan tak akan memukuli mereka karena telat, mereka pun akhirnya enjoy dan menikmati acara. Mereka berempat sangat kompak memanggilku “Ka Sekar padahal kami semua seumuran.

“Emang muka ku setua itu ya sampai-sampai dipanggil kaka ? Tanya ku pura-pura marah.

“Eh maaf soalnya keliatan lebih dewasa Kata Imut mencoba berkata sopan agar aku tak tersinggung.

“Kita seumuran kok, sama-sama lulus tahun ini Kataku yang langsung disahuti Ka Adit dan Ka Lidya “Iya lulus kuliah, lagi semester akhir. Padahal mereka bertampang lebih tua dariku hehe.



Tak lama kemudian Ka Nadya datang, sambil meminta maaf karena keterlambatannya kami pun mengobrol. Tapi sayang tak lama setelah itu aku diSMS Abah disuruh segela pulang, tak ingin dikutuk batu berlian, aku pun mencolek Ayu dan mengajak pulang. Aku dan Ayu pun pamit pulang dan menyalimi semua manusia diruangan itu. Ketika berjabat tangan dengan Rudy adik kelas di SMK 5 Banjarmasin, ia bertanya “Gimana, lulus enggak ? yang dengan sombongnya langsung aku jawab “Ya iya lah !



Aku pun bergegas pulang bersama Ayu, takut Abah marah karena anak gadis semata wayangnya telat pulang. Saking bergegasnya aku lupa satu hal : BELUM BAYAR PESANAN.

“AYU, KITA BELUM BAYAAAAR !!!! pekikku panik. Aku memandang ayu.

“HAH, ASTAGAAAAAA !!!! balas Ayu yang tak kalah panik. Tapi jalanan macet, mobil tak bisa putar arah. Mau balik ke Kafe lagi akan memakan waktu dan aku takut Abah marah, belum lagi malu sama mbak kasir ... aku pun mengirim pesan ke satu-satu nya manusia yang bisa dimintai tolong.
Kak Adit, tolong !



 



Secoret kesan:
Kopdar kedua ini makin seru, mungkin karena beberapa sudah saling kenal jadi enggak perlu takut dikacangin. Orang-orang nya juga gokil, jadi enggak boring. Ya walau pun anak cewek nya Cuma seupil yaaa tapi enggak apa-apa lah.

Secoret pesan:
Kalau bisa tempat duduk nya jangan terlalu misah kayak kemarin, agak susah komunikasi dengan teman yang udah kenal apalagi yang belum kenal sama sekali. Kalau bisa buat next kopdar lebih diutamakan kebersamaan agar bisa saling mengenal dan lebih akrab.

Secotet saran:
Kapan-kapan kopdarnya jangan duduk manis sambil makan-makan dikafe terus, kasian Ka Lidya ntar lupa timbangan. Sesekali lah acara jalan-jalan, karauke atau bakti sosial. Iya melenceng sih dari nuansa Blog. Tapi kan dari awal udah aku bilang “kapan-kapan.

Sooo Blogger (yang ngakunya) Remaja Banjarmasin, kalian superrrrr !!!!!


Enggak enaknya pulang duluan adalah: Gaikut foto. huft :')


Kamis, 05 Juni 2014

Untuk apa ?



Untuk apa dipertahankan, bila ia yang ku pegang selalu berusaha melepaskan diri ?
Untuk apa disayang, bila perasaan yang hidup mati ku jaga tak ia hirau kan ?
Untuk apa berkasih-kasih, bila komunikasi dan pertemuan terjadi bisa dihitung jari ?
Untuk apa kekasih, bila pagi ku tak pernah disambut dan malamku tak pernah dikecup ?
Untuk apa perjuanganku bila sendirian ? Untuk apa aku bersusah payah, bila ia yang dulu menjaga, mengejar bahkan rela mati demi ku sekarang bahkan tak pernah bertanya bagaimana hariku ?
Untuk apa ?
Toh ada dia.
Kamu yang datang hanya disaat memerlukan ku, memang akan tergantikan dengan dia yang selalu berusaha menemui ku disela-sela waktunya.
Kamu yang membalas pesan ku hanya dengan sepatah dua patah kata, akan tergantikan dengan dia yang selalu membuat jemari ku kelelahan menekan layar handphone.
Kamu yang selalu membatalkan janji, memang akan tergantikan dengan dia yang selalu menagih janji denganku.
Aku, atau kamu yang tak bersyukur terjadinya “kita” ?

Senin, 02 Juni 2014

Salah siapa ?



Jadi yang mana yang harus ku salahkan ?
Kamu
Dia
Atau perasaanku ?
“Kamu” bahkan bukan kekasih ku, tak berhak aku memaki dan meneriakimu untuk menjauhinya
“Dia” Sahabatku, kepadanya tak mungkin aku menaruh dendam dan isak tangis dalam diam
“Perasaanku” pun tak salah, dia tumbuh dengan sendiri nya tanpa pernah aku siram dan ku taburkan pupuk.
Lalu siapa yang takut aku hakimi ?
Cemburu ku ?
“Cemburuku” selayaknya perasaanku, ia hidup karena aku menaruh perasaan padamu. Tak pantas ?
Jadi siapa yang salah ?
Aku ?
“Aku” pun tak menginginkan hal ini terjadi.