Kamis, 05 Juni 2014

Untuk apa ?



Untuk apa dipertahankan, bila ia yang ku pegang selalu berusaha melepaskan diri ?
Untuk apa disayang, bila perasaan yang hidup mati ku jaga tak ia hirau kan ?
Untuk apa berkasih-kasih, bila komunikasi dan pertemuan terjadi bisa dihitung jari ?
Untuk apa kekasih, bila pagi ku tak pernah disambut dan malamku tak pernah dikecup ?
Untuk apa perjuanganku bila sendirian ? Untuk apa aku bersusah payah, bila ia yang dulu menjaga, mengejar bahkan rela mati demi ku sekarang bahkan tak pernah bertanya bagaimana hariku ?
Untuk apa ?
Toh ada dia.
Kamu yang datang hanya disaat memerlukan ku, memang akan tergantikan dengan dia yang selalu berusaha menemui ku disela-sela waktunya.
Kamu yang membalas pesan ku hanya dengan sepatah dua patah kata, akan tergantikan dengan dia yang selalu membuat jemari ku kelelahan menekan layar handphone.
Kamu yang selalu membatalkan janji, memang akan tergantikan dengan dia yang selalu menagih janji denganku.
Aku, atau kamu yang tak bersyukur terjadinya “kita” ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar