Sabtu, 28 Juni 2014

Mantan lagi.


Sebagaimana mesti nya kebiasaan ku disaat senggang, aku mendengarkan musik di laptopku hingga mata mulai merasa mengantuk. Ku biarkan list musik memutar acak koleksi musik yang ku kumpulkan. Lagu barat, jepang, korea, indonesia, dan kemudian sampai disalah satu lagu yang berhasil membuat mataku kembali terbuka.

Jujur saja aku makin cinta
Aku makin sayang dan makin tergila padamu


Memori masa lalu ku bangkit, rasa kantuk yang tadi menyerang seketika hilang karena sang mantan kembali terkenang. Walau mataku kembali panas dan berair, tapi kali ini aku tak berusaha menepis kenangan itu seperti sebelumnya. Aku tersenyum. Ku gapai laptop yang sedari tadi memutar musik kenangan dan jari ku mulai menari lagi. Kurasa ada alasannya mengapa ia ku sebut sebagai “mantan terindah”


***


Mungkin semua yang sudah kenal aku tau siapa kamu. Satu-satu nya mantan yang selama 3 tahun ini masih betah tinggal dihatiku, menjeratnya dengan kenangan indah namun pahit. Postingan blog atau status media sosial ku pun sampai sekarang terkadang masih untukmu. Apa karena kamu memang mantan terindah ? Terindah karena apa ? kita bahkan tak pernah bertemu, seujung rambutmu pun tak pernah ku lihat. Lalu kenapa selama ini aku masih betah menyenyumi kenangan kita ?

Mungkin karena kamu yang pertama membuatku betah mengobrol di telepon. Sebelumnya aku tak pernah sebetah itu karena aku memang tak suka teleponan, sms menjadi alternatif andalanku. Kamu yang selalu bisa membuat percakapan diantara kita, ingat ketika kita diam karena topik pembicaraan sudah habis ? dengan lucu nya aku atau kamu berkata “Kok diem sih ? ngomong dong”. Dan kemudian kita pun berbicara lagi, tertawa lagi, ledek-ledekan lagi. Sampai sekarang aku suka dengan logat Jawamu yg halus, suara tawa mu yg renyah, juga tangismu yang melukaiku. Kadang ku putar kembali rekaman suara perbincangan kita yang ku rekam diam-diam. Tawamu, candamu, lagumu, rayumu, cumbumu, bahkan ketika suara si kecil Nanda yang kamu suruh memanggil namaku dengan suara khas anak-anaknya. Mendengar kembali, mengingat kembali, terluka lagi.

Mungkin karena kamu yang pertama seromantis itu padaku. Memang kamu tak pernah memberiku bunga atau barang romantis lainnya, memang kamu tak pernah memberi kejutan apapun. Tapi sikapmu menyayangi ku yang membuat ku selalu merindu, kekhawatiranmu menyejukkanku. Ingat ketika tengah malam kamu suka ngesms aku yang sudah tidur pulas ? ingat aku dengan manja nya minta kamu nina-boboin aku ? “Sekar bobo .. oh Sekar bobo. Kalau tidak bobo, ntar aku gigit” nyanyimu yang ku susul dengan tawa. Aku rela enggak tidur biar bisa kamu gigit. Sayangnya kita beda pulau ... ingat ketika kita saling -- “kamu dulu yang tutup teleponnya” ?

Sudah berjam-jam kita bercengkrama ditelepon dari masih menjelang malam sampai subuh dini hari. Sudah jam 3 dan kamu khawatir aku besok kesiangan bangun sekolah, aku yang bandel tidak mau mengakhiri pembicaraan. Akhirnya kita saling menyuruh untuk duluan menutup telepon. Kadang kita hitung mundur. “3 .. 2 .. 1..” berharap menutup telepon bersama-sama. Tapi tak ku lakukakan, tak kamu lakukan. Dan kita kembali memadu kasih lewat telepon



Mungkin karena kamu yang pertama mengajakku pacaran menggunakan panggilan kesayangan. Ingat enggak ? kamu dudul aku oneng, kamu amor aku diamond, kamu autis aku idiot, dan yang teralay kamu papih aku mamih. Hihi mungkin karena itu ya ? kadang aku suka benci nonton sinetron jaman sekarang, masa pada manggil papih mamih gitu ngikutin kita. Nyebelin kan ? bikin aku ingat kamu aja. Yang nyata nya memang selalu ku ingat sampai sekarang.

Mungkin karena kamu menerima aku apa adanya. Foto-foto alay ku dulu yang penuh editan, cemburu ku yang berlebihan disetiap candamu dengan teman-temanmu, aku yang cengeng sampai kamu bicara “jangan nangis sih, mih” atau “enggak capek ? kamu itu nangis sendirian” ketika aku menangis karena kamu lebih memilih selingkuhanmu daripada aku. Kamu pacar yang menemani aku melewati masa alay labil sampai sekarang : menjadi perempuan yang lebih alay secara dewasa.

Mungkin karena nama kamu yang pertama ku goreskan dilenganku ? memang sekarang sudah tak berbekas, tapi dulu tersayat dengan jelas dilenganku sampai aku tak berani kemana-mana dengan baju lengan pendek. Atau karena tato nama ku pernah menghiasi pundakmu ? memang tak pernah ku lihat karena kamu enggak pernah opload bukti foto nya, tapi kamu enggak mungkin bohongin aku.

Atau juga karena ku rasa cuma kamu yang secinta itu ke aku. Kamu ingat kamu over dosis minum sampai masuk Rumah Sakit gara-gara aku ? sampai sahabatmu ngesms aku dan aku cuma nangis bingung ini beneran atau Cuma tipuan kamu agar aku merasa bersalah ? sampai kemudian kamu mengganti Foto Profil Facebook mu dengan tanganmu yang sedang diinfus. Aku menangis, karena aku tak bisa apa-apa disini. Aku cuma kekasih Long Distance Relationship 16 bulan mu sayang ....


***


Dari semua mungkin-ku itu aku tau,  aku tau bahwa dulu kami pernah bahagia. Aku bahagia dan itu semua nyata. Facebook dulu menjadi bukti nyata sampai kemudian beralih ke Twitter karena menghindari kenangan masa lalu.

Jadi, hal apa yang membuat kita menyebut seseorang sebagai mantan terindah ? padahal sesudah berpisah dengannya pun kita bisa masih bisa jatuh cinta berkali-kali, sakit hati berkali-kali, bertawa dan menangis berkali-kali dengan orang lain yang jauh lebih baik dari ia. Tapi kenapa ia yang kita sebut sebagai “mantan terindah” ?

Karena berbagai alasan seperti diatas ? apa karena berbagai macam peristiwa manis yang masih tertanam didalam pikiran ? apa karena semua “mungkin” ?

Seseorang menjadi terindah bukan karena kebaikannya, bukan karena perlakuannya. Jika ia baik ke kita, apa cuma ke kita ? apa sebelum atau sesudah ada kita dia tak sebaik itu ? kita memang pernah diperlakukannya lebih spesial dari orang lain, tapi dengan seiringannya berjalan waktu apa kita tetap menjadi yang terspesial ?


***


Aku bingung. Kenapa kamu bisa seindah ini ?

Sekarang, aku sudah enggak cemburu lagi liat kamu punya pacar baru. Karena aku tau dia hebat bisa mendapatkan hatimu, dia hebat bisa mendapatkan burung bangau kertas toples kaca darimu. Aku iri ? tidak. Aku bahagia karena sekarang kamu mempunyai kekasih hebat yang senantiasa ada disampingmu.

Sekarang aku sudah lebih dewasa, aku sudah belajar bagaimana sedihnya meiklaskan dan bagaimana sakitnya pergi tanpa menoleh lagi. Mengingatmu boleh kan ? toh mau lupa bagaimana pun tetap akan teringat karena memang pernah ada cerita antara kita, siapapun tak pernah melarangku untuk mengenangmu, bahkan kamu sendiri. Karena aku hanya teringat, bukan tertatih-tatih lagi mengharapmu.

Mungkin sekarang kamu dan dia sedang tertawa membaca postingan-postinganku. Tak apa, aku pun menertawakan percintaan kita dulu. Menertawakan betapa cinta bisa membuat kita terlihat bodoh, tapi dengan senang hati menerima kebodohan itu.

Selamat berbahagia dengan dia-mu hey mantan terindah. Aku tak pernah berharap aku menjadi yang terindah bagimu, karena aku tau aku hanya sebatas mantan dunia maya-mu. Aku pun suatu saat akan berhenti memanggilmu “mantan terindah” karena kelak akan ada tangan hangat yang menggenggam tanganku sambil menggendong seseorang yang ku sebut anak. Atau berhenti memanggilmu mantan terindah karena tangan hangat itu adalah tanganmu, yang beralih kata menjadi pasangan hidup terindah.


***


"Mantan terindah" mungkin karena dulu dengan dia kita mau berubah menjadi lebih baik.  Bukan berubah menjadi bukan diri kita sendiri lagi, tapi berubah untuk kebaikan bersama dalam artian kita iklas berkorban agar hubungan tetap berlanjut.

"Mantan terindah" terjadi mungkin karena memang dia berhasil membuat kita lebih dewasa dalam berpikir, bertindak, mengambil keputusan.

"Mantan terindah" terucap mungkin karena dia sukses membuat kita bingung kenapa ia terpilih sebagai terindah, bukan mantan yang dalam hitungan hari bisa dilupakan kenangannya


“Mantan terindah” mungkin karena kita masih mengucapkan mungkin ketika ditanya mengapa ia menjadi terindah.





memang setiap kesedihan selalu dikalahkan oleh kenangan manis, Kenangan kita.
Terima Kasih, tanpa mu tak akan pernah ada cerita ini.








Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Give Away #RegasGa http://www.adittyaregas.com/2014/06/regas-give-away.html



4 komentar:

  1. Indah Nuria SavitriSenin, 30 Juni, 2014

    hmmm....mixed feelings bacanya....bener-bener kenangan yang ngg mudah dilupain..salam kenal :)

    BalasHapus
  2. salam kenal jg :) heheiya ngga mudah tpi emng hrus dilupain

    BalasHapus
  3. Adittya RegasRabu, 02 Juli, 2014

    ecieeeehhhhhhhhhhhhhhh cieeeeeehhhhhh!

    *ketawagulingguling*

    baca akhirnya "Terima Kasih, tanpa mu tak akan pernah ada cerita ini." jadi ingat anu T^T

    BalasHapus
    Balasan
    1. kaka nih ingat anunya terus :( ambigu jadinya kww

      Hapus