Kamis, 28 November 2013

Perindu Hujan


tumbrl

Disampingku berdiri, duduk lah seorang gadis mungil yang sedang asik melukis dan memadukan warna menjadi satu, ia tampak sibuk memilih-milih warna yang akan ditumpahkannya ke kertas kanvas berukuran lumayan besar dibandingkan pemilik kertas kanvas tersebut. Goresan demi goresan warna memenuhi kanvas yang semula putih, kuas-kuas menari dan berlarian, warna-warna kontras saling bertubrukan. Dan nampak dari wajahnya terlihat senang. Ekspresinya lembut dan bibirnya sesekali merajut senyuman, tergambar jelas kecintaannya melukis lewat ekspresi lembut yang menyejukkan itu.

Senin, 28 Oktober 2013

Laporan Acara Kopdar Blogger BJM



              
  Sesuai coretan gue sebelumnya yang kopdar remaja itu, gue mau cerita pengalaman kopdar minggu kemaren. ( sebenernya karena ada oknum jahat yang memaksa gue buat posting ini coretan dan mengancam akan menculik gue ke korea kalau gue enggak posting :v ).



                Sebenernya gue lupa sama acara Kopdar gara – gara ada temen gue dirumah. Sampai Ka Adit send all sms buat ngaingetin Kopdar jam berapa dan nyuruh JANGAN JAM KARET. Tenang kak, jangan kan jam karet,  gue aja gapunya jam dikamar. Gue langsung siap – siap dan sialnya gue belum bungkus kado murah meriah itu. jadi gue datang AGAK SEDIKIT telat. Dan pertama kali datang kalimat pertama yang gue ucapin cuma “BUSEEEET. Kok cowok semua ?” tanpa sadar ada satu cewek kerudungan yang enggak masuk ke wilayah pandang mata gue yang emang perlu kacamata min ini. Dan enggak lama kemudian turun hujan ... berasa jadi pembawa nasib buruk :’) semua pada pontang panting ngebutin motornya ke Tsar Cafe and Distro.

pin yang gue ambil secara paksa :v


                Setelah semua kericuhan yang terjadi, kita pun memperkenalkan diri masing – masing dan kemudian sesi tukeran kado murah meriah yang udah gue bahas di coretan kopdar remaja kemaren. Cara tukaran kadonya asik, ada beberapa kertas yang berisi nama hewan dan suara nya terus dibagiin kesemua orang. Siapa yang kena Bebek dan yang kena bunyinya “kwekkwekkwek” berarti itu yang harus tukaran kado.

                Gue dapat tulisan “kukuruyuk” - suara ayam dan Fikri dapat tulisan “ayam” yang artinya kami harus saling tukar kado. Dan sialnya gue harus praktekin itu suara ayam. Duh suara ayam kenapa bukan “petok – petok” aja sih ? alhasil pas gue ngomong kukuruyuk dengan volume paling rendah gue diketawain karena gue enggak bisa ngomong R. Begitu semua udah tukaran kado kami dilarang buka disana, harus dirumah ( mungkin takut malu kalau langsung dibuka disana kali yee )

                Alhamdulilah kadonya Fikri gede, gue sampai penasaran isinya apaan. Gue anggaplah itu kado ultah gue yang baru – baru aja lewatnya. Tapi pas dijalan pulang gue buka, gue langsung ngakak karena isinya :

                MIE SED*P SEBUNGKUS dan koran yang banyak banget.








 Biar mie nya enggak goyang ya Fik ? :v. Kadonya Fikri emang bener – bener berguna karena malemnya langsung gue masak. Padahal pesannya Fikri itu kado dipajang dikamar, tapi gimana ya ? pesannya Fikri dibanding perut gue beberapa lipat lebih penting perut gue.

                Dan gue yakin Fikri dirumah pasti ketawa ngebuka kado gue yang girly dan kekanakan banget. Enggak tau bakal guna apa enggak yang pasti jangan dipakai buat bunuh orang ya, apalagi buat ngupil, jangan, nanti hidungnya warna – warni. Karena isi kado gue pulpen glitter warna – warni yang motif pulpennya hello kitty xD.






Foto By @enalanel dan foto yang dishare di grub Facebook komunitas Blogger Banua

Minggu, 27 Oktober 2013

Seventeen my age



                Aku tau hanya mimpi mengharapkan mu ada disampingku didetik – detik itu, aku tau itu hanya  fatamorgana. Namun masih saja terus mengharap sambil setengah menahan tangis karena nada telepon panjang dan membosankanku tak kunjung berubah menjadi “Haloo” – mu. Disaat yang menurut ku penting ini tak bisa kau luang kan waktu mu walau hanya lima detik ? aku hanya ingin melalui 00.00 WITA itu denganmu.

                Tepat ketika nada itu berubah menjadi “Haloo” – mu air mata ku menetes. Bahagia karena telepon ku kau respon.
“Kenapa ? tumben telepon”
“Ya lagi mau telepon aja. Emang harus ada alasan ?”
“Ya enggak biasa aja, beda operator lagi”
“hehe lagi pengen denger suara mu aja”
“Happy Birthday ya”
“Kamu ingat ?”
“Ingatlah. Maaf ya kadonya nyusul”

                Bukan kado yang aku mau, tapi kamu.

Sedih karena tidak ada kejutan tengah malam seperti tepat setahun yang lalu, aku pun mematikan lampu kamar dan menyalakan pemantik api. Aku Membuat permohonan sendiri, hope and wish and then fyuuh !! api kecil itu lenyap dan ruangan kembali gelap. Ku tulis harapan – harapan dan motivasi ku pada stinky notes kuning kecil dan ku tempel didinding kamar.
                HAPPY BIRTHDAY SEKAR. THIS IS SEKAR DAY.